Bawaslu Maluku Utara: GenAI Jadi Tantangan Baru Resiliensi Demokrasi
|
HALMAHERA UTARA — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Maluku Utara menilai perkembangan Generative Artificial Intelligence (GenAI) menghadirkan tantangan baru bagi ketahanan demokrasi. Hal tersebut disampaikan Anggota Bawaslu Maluku Utara, Dr. Adrian Y. Naleng, dalam Konsolidasi Demokrasi bersama organisasi mahasiswa Universitas Halmahera, Senin (9/2/2026).
Menurut Adrian, GenAI dapat dimanfaatkan untuk memperluas partisipasi politik, namun juga berpotensi mempercepat disinformasi, manipulasi opini publik, serta penurunan etika politik jika tidak diimbangi literasi digital yang memadai.
“Mahasiswa harus menjadi kelompok kritis yang mampu membaca dampak sosial dan politik dari teknologi, bukan sekadar menjadi pengguna,” ujarnya.
Dialog ini diikuti organisasi mahasiswa intra dan ekstra kampus sebagai ruang refleksi peran organisasi kemahasiswaan dalam menjaga demokrasi di era digital. Bawaslu berharap mahasiswa dapat terlibat aktif dalam gerakan kolektif melalui pengawasan partisipatif dan pendidikan politik publik.
(HumasBawasluMalut)