Lompat ke isi utama

Berita

Peringati HUT Ke-14, Bawaslu Maluku Utara Luncurkan Buku SPASI dan Tiga Inovasi Aplikasi Digital untuk Merawat Demokrasi

Harla Bawaslu Malut

Harla Bawaslu Malut 14 Tahun 

TERNATE – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Maluku Utara memperingati Hari Lahir (HUT) ke-14 pada Senin, 21 September 2026. Peringatan kelembagaan bertema "14 Tahun Mengawasi, Bersama Merawat Demokrasi" tersebut dilaksanakan secara hybrid, berpusat di Pandopo Hotel Bukit Pelangi, Ternate Selatan, serta terhubung melalui Zoom Meeting bersama seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Maluku Utara.

Perayaan puncak peringatan ini ditandai dengan peluncuran karya literasi Buku SPASI (Sinergi Pengawasan, Penindakan dan Integritas) serta peresmian tiga inovasi berbasis teknologi digital: AI-WASLU (Artificial Intelligence untuk Analisis Sistem Pengawasan Pemilu), AKSARA (Aplikasi Kinerja, Sasaran, Akuntabilitas, Risiko dan Aksi), dan SIGARU (Sistem Informasi Gudang Arsip Terpadu).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Bawaslu Provinsi Maluku Utara, Hj. Masita Nawawi Gani, S.H., bersama pimpinan Bawaslu Malut—Suleman Patras, S.Sos., Rusly Saraha, S.E., M.AP., dan Dr. Adrian Yoro Naleng, S.IP., M.Si.—serta Kepala Sekretariat Drs. Screning Yosmar Dano, M.Si. dan jajaran fungsionaris Bawaslu kabupaten/kota.

Momentum Refleksi dan Makna 14 Tahun Mengawasi,  Dalam pidato sambutannya, Ketua Bawaslu Provinsi Maluku Utara, Hj. Masita Nawawi Gani, S.H., menegaskan bahwa usia 14 tahun—sejak Bawaslu Malut terbentuk pada tahun 2012—bukan sekadar seremoni perayaan, melainkan ruang refleksi kelembagaan dalam mengawal demokrasi di wilayah provinsi kepulauan.

"Empat belas tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Sejak dibentuk pada tahun 2012, Bawaslu Maluku Utara telah melewati berbagai dinamika, perubahan regulasi, dan tantangan demokrasi di ruang geografis provinsi kepulauan. Bagi saya dan seluruh jajaran, ulang tahun kelembagaan adalah momentum untuk berhenti sejenak, melihat apa yang telah kita kerjakan, mengakui apa yang masih kurang, dan menentukan apa yang harus kita perbaiki," ujar Hj. Masita Nawawi Gani.

Beliau juga menekankan esensi tema HUT ke-14 sebagai ajakan untuk menjaga konsistensi pengawasan di setiap masa:

"Tema '14 Tahun Mengawasi, Bersama Merawat Demokrasi' harus kita maknai sebagai ajakan untuk menjaga demokrasi bukan hanya ketika tahapan pemilu berlangsung, tetapi juga ketika tahapan belum dimulai, ketika sorotan publik berkurang, dan ketika pekerjaan kita justru menuntut ketekunan yang lebih besar," tuntasnya.

Evaluasi Jujur Akuntabilitas Kinerja dan Transparansi, Ketua Bawaslu Malut juga memberikan perhatian serius terhadap akuntabilitas tata kelola internal. Menanggapi catatan evaluasi AKIP tahun 2026, di mana nilai kinerja tahun 2025 berada pada angka sekitar 68, ia menginstruksikan pembenahan pembuktian evaluasi serta disiplin pelaksanaan evaluasi berkala.

"Kita tidak boleh hanya menghitung apa yang berhasil. Kita harus berani melihat celah yang masih ada dalam cara kita bekerja. Kerja yang baik harus diikuti dokumentasi yang baik; program yang selesai harus dievaluasi; dan setiap jajaran harus memahami bahwa akuntabilitas bukan pekerjaan administratif tambahan, melainkan bagian dari kualitas pekerjaan itu sendiri. Langkah memperkuat monitoring dan evaluasi secara berkala setiap dua sampai tiga bulan harus kita jalankan dengan disiplin," tegas Hj. Masita.

Peluncuran Inovasi Digital: AI-WASLU, AKSARA, dan SIGARU, Sebagai langkah transformasi digital pascapemilu 2024, Bawaslu Malut meresmikan tiga aplikasi pengawasan yang dirancang oleh jajaran internal:

  1. Buku SPASI (Sinergi Pengawasan, Penindakan dan Integritas): Merekam jejak langkah, catatan kritis, dan pengalaman pengawas pemilu di Bumi Moloku Kie Raha.

  2. AI-WASLU (Developer: A. Muh. Farid Paradigma): Pemanfaatan kecerdasan buatan untuk membantu analisis pengawasan pemilu secara akurat dan bertanggung jawab.

  3. AKSARA (Developer: Samuel R. Huliselan): Sistem manajemen kinerja terpadu yang menghubungkan sasaran, kinerja, analisis risiko, dan rencana aksi.

  4. SIGARU (Developer: Isat Susanto Rabbul Senjahri): Digitalisasi gudang arsip terpadu untuk memperkuat tata kelola dokumen dan manajemen pengetahuan kelembagaan.

"Saya ingin menegaskan bahwa inovasi tersebut jangan berhenti sebagai simbol ulang tahun. Buku SPASI harus menjadi ruang belajar dan jejak intelektual dari pengalaman pengawasan kita. AI-WASLU harus diarahkan untuk membantu kemampuan analisis pengawasan secara bertanggung jawab. AKSARA harus memperkuat keterkaitan antara sasaran, kinerja, risiko, dan aksi. Sementara SIGARU harus membantu kita membangun tata kelola arsip dan pengetahuan kelembagaan agar tidak hilang setiap kali terjadi pergantian orang," jelas Ketua Bawaslu Malut.

Penguatan Kolaborasi Pemangku Kepentingan Mengakhiri amanatnya, Hj. Masita Nawawi Gani mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, aparat penegak hukum, partai politik, media, dan akademisi untuk memperkuat kolaborasi dalam memitigasi kerentanan pemilu seperti politik uang, disinformasi, dan isu netralitas.

"Politik uang, disinformasi, dan persoalan netralitas merupakan persoalan yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Kolaborasi bukan sekadar pilihan komunikasi, melainkan kebutuhan kelembagaan. Kita tidak sedang bekerja untuk sekadar menyelesaikan satu tahapan pemilu, melainkan kita sedang membangun kepercayaan publik terhadap proses demokrasi di Maluku Utara," pungkasnya.

Humas Bawaslu Malut

 

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle