Ketua Bawaslu Malut Ajak Semua Pihak Minimalisir Potensi Kerawanan Pemilu
|
Ternate- BAWASLU MALUT. Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Maluku Utara Masita Nawawi Gani mengatakan potensi kerawanan Pemilu di Maluku Utara masuk dalam rawan tinggi. Hal itu sesuai dengan rilis Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Bawaslu RI di Jakarta.Â
Penempatan Maluku Utara sebagai daerah dengan rawan tinggi tersebut kata Masita bukan semata-mata berdasarkan dugaan dan asumsi semata tetapi berdasarkan dari data yang dikumpulkan dari kepolisian, instansi terkait, dan data internal Bawaslu Malut dalam penanganan pelanggaran selama pemilu berlangsung.
“Maluku Utara masuk sebagai rawan tinggi ketiga nasional, data itu kami dapatkan dari kepolisian, instansi terkait, dan juga data pelanggaran Pemilu dari Bawaslu†paparnya ketika menjadi narasumber dalam kegiatan Latihan Peningkatan Kemampuan (LATKAPUN) Fungsi Intelkam Polda Maluku Utara, di Hotel Batik Ternate, Selasa (28/02/2023).
Sebagai daerah rawan tinggi, kata Masita hal itu bukanlah menjadi soal, bahkan imbuhnya adanya IKP tersebut menjadikan Bawaslu Malut lebih mudah dalam memunculkan strategi pengawasan dan pencegahan salah satunya dengan adanya kegiatan launching desa awasi DPT (Daftar Pemilih Tetap).
“Launching desa awasi DPT merupakan salah satu langkah dan strategi pencegahan dan pengawasan Bawaslu dalam meminimalisir potensi kerawanan itu†ucap Masita
Ia pun menjelaskan bahwa tantangan besar pengawasan pemilu di Malut saat ini ialah politisasi SARA, ujaran kebencian, berita bohong dan politik uang dan potensi pelanggaran netralitas ASN.
“Maluku Utara ini dalam pelanggaran netralitas ASN sangat tinggi, dan saat-saat pemilu banyak sekali berita bohong, ujaran kebencian, dan marak politik uang†ujar komisioner Bawaslu Malut dua periode tersebut.
Dengan banyaknya tantangan pengawasan Pemilu tersebut, Ia pun berharap kepada semua pihak baik itu masyarakat, kepolisian, dan peserta pemilu untuk saling bekerjasama dan bersinergi mewujudkan pemilu yang jurdil, luber dan aman Maluku Utara.
“Dengan pelibatan semua pihak, kami yakin bisa menekan dan meminimalisir terhadap potensi kerawanan dan pelanggaran†tutupnya.
Peliput : Herdandi/Rinadi
Editor : Firdja