Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Maluku Utara Sambut Positif Rekor Partisipasi 409 Tim pada Debat Hukum Pemilu VI 2026

DebatHukum

Kompetisi Debat Hukum

HUMAS BAWASLU MALUT – Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI Antarperguruan Tinggi se-Indonesia Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI mencatatkan rekor partisipasi tertinggi sejak pertama kali digelar pada 2019. Sebanyak 409 regu dari 291 perguruan tinggi di seluruh Indonesia resmi berlaga dalam ajang tahunan yang kini telah berkembang menjadi ikon pendidikan politik nasional.

Tahapan Eliminasi kompetisi tersebut dibuka secara resmi oleh Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu RI, Dr. Puadi, M.Pd., di Jakarta, Selasa (28/07/2026). Puadi menegaskan bahwa tingginya antusiasme peserta mencerminkan makin kuatnya kepedulian mahasiswa sebagai elemen akademis terhadap demokrasi, pengawasan, serta penegakan hukum pemilu.

Dorongan dan Harapan Bawaslu Maluku Utara

Menanggapi rekor antusiasme nasional ini, Anggota Bawaslu Provinsi Maluku Utara Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi (PP dan Datin), Bapak Sumitro Muhammadia, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya ajang bergengsi tersebut.

Menurut Sumitro, kompetisi debat hukum ini bukan sekadar panggung adu argumen, melainkan wadah edukatif untuk menggembleng pemikiran kritis generasi muda di kampus.

"Kompetisi debat hukum pemilu ini sejatinya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami dan mendalami isu-isu kepemiluan serta memperkaya gagasan progresif bagi langkah-langkah terbaik kedepan dalam mewujudkan Pemilu yang jujur dan berkualitas," ujar Sumitro Muhammadia.

Lebih lanjut, Sumitro memberikan dorongan moral secara khusus kepada delegasi mahasiswa yang mewakili kampus-kampus dari wilayah Maluku Utara agar dapat bersaing secara maksimal dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportifitas.

"Saya berharap para peserta bisa menunjukkan kapasitas terbaiknya dalam arena debat, terutama kepada perwakilan dari Maluku Utara. Semangat untuk terus belajar dan berkompetisi secara sportif adalah bagian paling penting dalam menjadikan kita lebih matang dalam pikiran, gagasan dan tindakan," tegasnya.

Transformasi Bawaslu sebagai Learning Institution

Sejak digelar enam tahun lalu, kompetisi ini telah bertransformasi dari sekadar ajang akademik menjadi instrumen pendidikan demokrasi dan penguatan literasi kepemiluan yang luas. Melalui forum ini, Bawaslu menegaskan posisinya sebagai learning institution yang terbuka terhadap kritik, analisis, serta inovasi gagasan dari civitas akademika demi menyempurnakan kebijakan pengawasan dan penegakan hukum pemilu serentak di masa mendatang.

HumasBawasluMalut

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle