Lompat ke isi utama

Berita

Rusly Sampaikan Tantangan Pilkada dalam Kegiatan Milad dan Event Komunikasi UMMU 2024

Rusly Sampaikan Tantangan Pilkada dalam Kegiatan Milad dan Event Komunikasi UMMU 2024
Ternate- Bawaslu Malut. Dalam rangka memperingati milad dan event komunikasi tahun Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU)2024 yang berlangsung di Hotel Bukit Pelangi pada Selasa, 23 Juli 2024, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Maluku Utara menyampaikan berbagai tantangan yang akan dihadapi dalam pengawasan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa, pemilih pemula dari pelajar SMA dan para Alumni Prodi Ilmu Komunikasi UMMU. Dalam kegiatan tersebut, Anggota Bawaslu Maluku Utara, Rusly Saraha, dalam paparanya mengatakan beberapa isu krusial yang perlu mendapat perhatian serius dalam Pilkada 2024. Salah satunya adalah praktik politik uang yang masih menjadi ancaman besar dalam proses demokrasi. "Pilkada menjadi ajang mencari untung lewat jual beli suara yang memperkeruh wajah demokrasi kita," kata Rusly. Selain itu, potensi konflik juga menjadi perhatian utama Bawaslu. Rusly menjelaskan bahwa perbedaan pandangan dan dukungan politik yang tajam seringkali menimbulkan ketegangan di tengah masyarakat. "Ruang-ruang itu berpotensi adanya konflik antar pendukung, kemudian diperparah pemahaman politik masyarakat yang minim dan disisi lain ditopang oleh edukasi politik yang belum optimal terutama dalam menjaga suasana kesejukan," tambahnya. Kata Rusly, pemahaman yang kurang itu juga disebabkan minimnya kampanye yang berkualitas, debat antar kandidat hanya maksimal lima kali dan itu hanya ada di pusat kota sedangkan masyarakat di kampung-kampung tidak mendapatkan informasi yang memadai,”imbuh pria yang akrab dipanggil Ucy. Tantangan lain yang disoroti adalah profesionalitas penyelenggara pilkada. Rusly menyebutkan para penyelenggara yang tidak netral menambah buruk catatan demokrasi di Maluku Utara karena terlibat praktek main mata dengan kandidat calon. Ia pun menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme dari seluruh jajaran penyelenggara pemilihan sebagai prasyarat paling utama dalam menjamin Pilkada yang bermartabat "Kerja-kerja profesional dan dilandasi kejujuran sangat diperlukan dalam menjaga arah demokrasi ini tetap berjalan secara sehat," ujarnya menutup. Peliput/Editor: Dandi
toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle