Kunjungan Kejati Malut, Bawaslu Paparkan Langkah Pengawasan dan Pencegahan
|
Ternate-BAWASLU MALUT. Bawaslu Provinsi Maluku Utara menerima kunjungan Kejaksaan Tinggi Maluku Utara yang diterima langsung oleh Ketua, Anggota dan Kepala Sekretariat di ruang rapat pada Rabu (16/08/2023).
Asisten Bidang Intelijen Efrianto mengatakan kunjunganya itu bertujuan mendapatkan informasi terkait upaya pencegahan, perkembangan pengawasan dan dukungan anggaran dari pemerintah daerah kepada Bawaslu dalam pelaksanaan pemilu dan pilkada serentak 2024.â€Karena itu kami ingin mendapatkan informasi yang valid langsung dari Bawaslu bukan dari yang lain†ujarnya
Ketua Bawaslu Maluku Utara Masita Nawawi Gani mengatakan saat ini pihaknya tengah fokus dalam melakukan pengawasan pencalonan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Dapil Maluku Utara dan Daftar Pemilih Tetap Tambahan (DPTb).
Selain melakukan pengawasan, juga melakukan inovasi pencegahan salah satunya launching desa anti politik uang, ujaran kebencian, berita bohong dan Sara. “Maluku Utara ini Indeks Kerawanan Pemilu dalam politik uang tertinggi dengan nilai 100†ungkapnya menjelaskan.
Nantinya kata Masita, program tersebut bekerjasama dengan tokoh agama masyarakat, tokoh perempuan dan menggandeng kepolisian dan kejaksaan dalam aspek pencegahan dan penindakan.
Hal yang sama disampaikan oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas Rusly Saraha dalam melakukan pencegahan politik uang Bawaslu tidak dapat berjalan sendiri tetapi perlu dukungan dari stakeholder dengan melakukan langkah-langkah preventif yang tepat sasaran.
Terkait dukungan anggaran Pilkada, saat ini sudah mengajukan kurang lebih 40 (empat puluh) Milyar dan total menjadi 180 (seratus delapan puluh) Milyar dengan 10 (sepuluh) Kabupaten/Kota.
Sementara itu Anggota Bawaslu Suleman Patras mengatakan dalam pengawasan Pemilu terkendala dengan data. “Hal itu dikarenakan tidak semua akses diberikan oleh KPU ke kita†jelas Suleman
Peliput/Editor : Dandi