Lompat ke isi utama

Berita

Kepada RRI Ternate, Bawaslu Malut Sampaikan Lima Program Pengawasan Pemilu

Kepada RRI Ternate, Bawaslu Malut Sampaikan Lima Program Pengawasan Pemilu
Ternate. BAWASLU MALUT. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Maluku Utara menerima audiensi dari Radio Republik Indonesia (RRI) Ternate yang diterima langsung oleh Ketua Bawaslu Maluku Utara Masita Nawawi Gani dan Kordiv Hukum dan Penyelesaian Sengketa Suleman Patras di ruang rapat Bawaslu Malut, Kamis (02/03/2023). Dalam audiensi tersebut Masita menyampaikan lima program pencegahan dan pengawasan Bawaslu Malut. Pertama launching desa awasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) dimana dalam program tersebut bertujuan untuk mengajak keterlibatan masyarakat dalam mengawasi penyusunan dan pemutakhiran data pemilih yang saat ini tengah berlangsung. "Saat ini sedang dalam pencoklitan data pemilih, launching desa awasi DPT yang akan dilaksanakan di Kabupaten Halmahera Tengah tersebut kita ingin adanya pelibatan masyarakat dalam mengawasi” Kata Masita. Kedua, Program launching desa anti politik uang, SARA, ujaran kebencian, berita bohong dan hoax. Kata Masita, dalam setiap penyelenggaraan Pemilu selalu diwarnai dengan politik uang dan politik identitas dengan membawa suku, agama dan ras sehingga hal itu dapat menyebabkan masyarakat terpolarisasi dan tidak kondusif. Ketiga, dalam menekan pelanggaran netralitas ASN Bawaslu Malut mengadakan program Bakugasa ASNetral dengan melakukan kerjasama dengan pemerintah daerah kabupaten/kota se-Provinsi Maluku Utara. “Maluku Utara ini dalam pelanggaran netralitas ASN tertinggi nasional, dan ini menjadi perhatian kami, sehingga di kami ada program Bakugasa ASNetral” imbuh Masita. Keempat, Gerakan Perempuan Mengawasi dengan menggandeng ormas dan tokohh perempuan Malut dan saat ini jelasnya, sudah pada tahap persiapan perjanjian kerjasama. Kelima, Gerakan Mengawasi yang akan dilaksanakan sebelum kampanye dengan melibatkan peserta pemilu, para calon legislatif, calon DPD dan stakeholder. Seturut lima program tersebut, Suleman Patras juga menjelaskan bahwa hadirnya RRI di Maluku Utara akan lebih memudahkan dalam menyampaikan program pengawasan kepemiluan Bawaslu Malut kepada masyarakat sampai ke pelosok desa. "Tidak semua daerah terjangkau, ada beberapa daerah yang blind spot, dan hanya yang bisa menjangkau adalah RRI" jelas Suleman. Menanggapi lima program tersebut, Kepala RRI Yanto Prawironegoro mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan kerjasama siaran program kepemiluan dengan Bawaslu Malut dan hal itu juga sebagai bentuk tindak lanjut kerjasama antara Bawaslu RI dengan RRI di Jakarta. "Sebagai tindak lanjut kerjasama antara Bawaslu RI dan RRI pusat, kami juga akan melakukan kerjasama siaran program khusus Bawaslu” Jelas Yanto. Peliput : Herdandi Editor : Firdja
toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle