Kata Rusly perihal kunci sukses Pungut Hitung yang bermartabat
|
Ternate — Bawaslu Malut. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Maluku Utara menyatakan kesiapan penuh dalam mengawasi proses pungut hitung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 yang akan digelar pada 27 November mendatang. Hal ini disampaikan oleh Anggota Bawaslu Maluku Utara, Rusly Saraha, Ia menjelaskan seluruh kesiapan personel pengawas, telah mencapai tahap finalisasi, Jum'at (15/11/2024) di Ternate.
Menurut Rusly, Bawaslu Maluku Utara telah menyiapkan 2.378 pengawas TPS (PTPS) yang akan ditempatkan di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) di seluruh kabupaten/kota di wilayah Maluku Utara. "Kami telah melantik para pengawas TPS untuk melakukan pengawasan secara profesional proses pemungutan dan penghitungan suara di TPS demi memastikan integritas penyelenggaraan Pilkada dapat berlangsung secara baik†tandas mantan komisioner Bawaslu Kota Ternate ini.
Pihaknya berharap kehadirian Pengawas TPS menjadi garda terdepan dalam memastikan proses paling krusial di tahapan Pilkada berlangsung secara kredibel, sehingga anggota Bawaslu Maluku Utara yang membidangi divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas ini berpesan kepada jajaran PTPS agar solid dalam bekerja, pahami aturan dan konsisten menjaga integritas. "Kunci keberhasilan kerja-kerja pengawasan itu adalah kesolidan dalam bekerja, kompetensi dalam penguasaan regulasi dan sikap konsistennya dalam menjaga integritas memastikan setiap angka-angka perolehan suara di TPS dapat terkawal secara baik dan bersih dari bahaya manipulatif", tegas Rusly.
Dalam upaya menjamin integritas penyelenggaraan Pilkada itu, Rusly meminta kepada KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota agar dapat memastikan jajaran adhoc hingga KPPS dapat konsisten melaksanakan proses pungut hitung sesuai mekanisme dan prosedur. Menurut Rusly kepastian untuk menjamin warga yang berhak menggunakan hak pilih dapat terlayani secara baik adalah sesuatu kewajiban utama yang mesti ditunaikan oleh KPPS, disamping menjaga suara rakyat dapat terlindungi melalui angka-angka perolehan suara yang sesuai dan benar.
Selain itu, Rusly meminta pengawalan aktif juga dilakukan oleh peserta pemilihan dengan mengirimkan saksi di setiap TPS secara lengkap. "Biar tidak terjadi sikap saling curiga, maka saksi TPS yang disiapkan Paslon atau tim juga mesti benar-benar hadir secara lengkap di TPS dan paling utama adalah mereka bisa mengikuti proses tahapan pungut hitung hingga selesai dan memastikan pulang membawa formulir hasil penghitungan suara yang diserahkan ke posko Paslon masing-masing," pungkas Rusly.
Peliput/Editor : Dandi