Lompat ke isi utama

Berita

Dalam Pengembangan SDM, Bawaslu Malut Gunakan Metode Simulasi dan Studi Kasus

Dalam Pengembangan SDM, Bawaslu Malut Gunakan Metode Simulasi dan Studi Kasus
Ternate-BAWASLU MALUT. Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Maluku Utara Adrian Yoro Naleng, S.IP, M.Si meminta kepada jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota untuk menyajikan sebuah ide inovatif terkait pelatihan dan pembinaan kepada Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam). Hal itu disampaikannya ketika memimpin Rapat Sinkronisasi Program-Program Peningkatan Kapasitas SDM Pengawas di Kantor Bawaslu Maluku Utara, Rabu (01/02/20223). “Kita harus membentuk konsistensi jajaran pengawas. Harus didoktrin kepada mereka agar tidak mudah diprovokasi, dan disuap, yang paling susah ada dilevel PKD dan Pengaws TPS, makanya kita harus mencari modul atau cara secara persuasif sehingga di benak mereka tertanam terkait tanggung jawab terhadap lembaga Bawaslu ini,” ujar Pengampu Divisi SDMO dan Diklat tersebut. Jelasnya, Adrian menginginkan metode yang digunakan ialah dapat langsung menjawab kebutuhan yang terjadi dilapangan. Efektifitas dan berorientasi pada pembentukan karakter pengawas merupakan kunci utama metode tersebut. “Dalam proses pelatihan dan pembinaan nantinya harus diperhatikan terkait narasumber yang akan menjadi narasumber kegiatan bimtek, narasumber harus linear,” tegasnya. Kegiatan yang dihadiri oleh Ketua Bawaslu Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, dan Kabupaten Halmahera Utara menghasilkan kesimpulan bahwa metode pelatihan yang paling efektif adalah dengan menggunakan metode simulasi dan studi kasus terkait pengawasan dan pelanggaran yang akan terjadi dalam proses tahapan pemilu serentak 2024. (HUMAS)
toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle