Bawaslu Malut Menerima Kunjungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
|
Ternate-BAWASLU MALUT. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Maluku Utara menerima kunjungan Tim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).Â
Rombongan tersebut Robby Firman Syah sebagai ketua tim dan Esty Ekawati, dan Muhammad Yunus Z sebagai anggota tim yang diterima langsung oleh Ketua Bawaslu Malut Masita Nawawi Gani, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Datin Fahrul Abd. Muid, Kepala Sekretariat Irwan M Saleh serta seluruh Kepala Bagian, dan Subkoor di ruang rapat Bawaslu Malut, Senin siang (12/06/2023).
Robby Firman Syah mengatakan bahwa tujuan kunjungan tersebut untuk memastikan terkait penguatan demokrasi melalui etika dan budaya literasi digital dalam menyongsong pemilu serentak tahun 2024. Literasi digital sendiri merupakan program yang digagas kominfo untuk melakukan penguatan literasi kepada masyarakat di ruang digital.Â
Dipilihnya Maluku Utara lanjutnya, karena dalam konteks literasi digital Provinsi Maluku Utara tergolong rendah. Berkaca pada pengalaman Pemilu 2019 kata robby, adanya isu politisasi identitas dan polarisasi pada pemilu telah melahirkan kekerasan politik, dan pembelahan sosial yang ekstrim di masyarakat.Â
“Rasanya kami sangat penting berkunjung ke Maluku Utara untuk melihat bagaimana literasi digital masyarakat terutama dalam pemilu tahun 2024†kata Robby
Ketua Bawaslu Malut Masita Nawawi Gani mengapresiasi langkah BRIN dalam melakukan kajian literasi digital kepemiluan di Maluku Utara, Ia berharap sinergitas tersebut dapat meminimalisir potensi pelanggaran dalam dunia digital seperti di media sosial.
Srikandi Bawaslu Malut itu mengatakan bahwa persoalan literasi digital memang menjadi tantangan tersendiri terutama dalam penyelenggaran Pemilu, Ia pun mencontohkan bahwa dalam Pemilu 2019 dan pilkada 2020 pelanggaran yang banyak terjadi terdapat dalam ruang digital seperti penyebaran berita bohong, hoax dan konten-konten ujaran kebencian
“Yang kami tangani pada pilkada itu salah satunya dalam konten digital dengan menyebarkan berita bohong atau hoaks, dan kebanyakan mereka tidak menyadari bahwa hal tersebut adalah sebuah pelanggaran†ujar Masita
lebih lanjut, kata Masita saat ini dalam mengantisipasi tersebut Bawaslu terus melakukan inovasi pencegahan yaitu dengan memberikan edukasi kepada masyarakat dengan melaunching desa anti politik uang, politisasi sara, ujaran kebencian dan hoaks.
“Tujuan kegiatan tersebut untuk mengedukasi masyarakat agar tidak mudah terpapar dengan politisasi sara, politik uang dan ujaran kebencian†sebut Masita
Sedangkan Fahrul Abd. Muid mengatakan Bawaslu saat ini telah melakukan pengawasan dalam ranah digital dengan menggunakan teknologi dengan menyasar pada konten-konten pelanggaran dalam dunia maya. Ia optimis dengan adanya kerjasama Bawaslu dan BRIN tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dalam pengawasan kepemiluanÂ
“literasi digital itu penting karena dapat memberikan edukasi kepada masyarakat, hasil kualitas pemilu kita juga ada disitu†sambungnya menutup
Peliput/Editor : Herdandi